Blog Archive

Saturday, March 19, 2011

Asuransi

Banyak definisi yang telah diberikan kepada istilah asuransi, dimana secara sepintas tidak ada kesamaan antara definisi yang satu dengan yang lainnya. Hal ini bisa dimaklumi, karena mereka dalam mendefinisikannya disesuaikan dengan sudut pandang yang mereka gunakan dalam memandang asuransi, dimana sesuai dengan uraian diatas bahwa asuransi dapat dipandang dari beberapa sudut.
Definsi-definisi tersebut antara lain :

1.Definisi asuransi menurut Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) Republik Indonesia : "Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu" Berdasarkan definisi tersebut, maka dalam asuransi terkandung 4 unsur, yaitu :

a.Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar uang premi kepada pihak penanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur.
b.Pihak penanggung (insure) yang berjanji akan membayar sejumlah uang (santunan) kepada pihak tertanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur tak tertentu.
c.Suatu peristiwa (accident) yang tak terntentu (tidak diketahui sebelumnya).
d.Kepentingan (interest) yang mungkin akan mengalami kerugian karena peristiwa yang tak tertentu.

2.Definisi asuransi menurut Prof. Mehr dan Cammack : "Asuransi merupakan suatu alat untuk mengurangi resiko keuangan, dengan cara pengumpulan unit-unit exposure dalam jumlah yang memadai, untuk membuat agar kerugian individu dapat diperkirakan. Kemudian kerugian yang dapat diramalkan itu dipikul merata oleh mereka yang tergabung".

3.Definisi asuransi menurut Prof. Mark R. Green: "Asuransi adalah suatu lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi risiko, dengan jalan mengkombinasikan dalam suatu pengelolaan sejumlah obyek yang cukup besar jumlahnya, sehingga kerugian tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu".

4.Definisi asuransi menurut C.Arthur William Jr dan Richard M. Heins, yang mendefinisikan asuransi berdasarkan dua sudut pandang, yaitu:

a."Asuransi adalah suatu pengaman terhadap kerugian finansial yang dilakukan oleh seorang penanggung".
b.“Asuransi adalah suatu persetujuan dengan mana dua atau lebih orang atau badan mengumpulkan dana untuk menanggulangi kerugian finansial".

Berdasarkan definisi-definisi tersebut di atas kiranya mengenai definisi asuransi yang dapat mencakup semua sudut pandang :

"Asuransi adalah suatu alat untuk mengurangi risiko yang melekat pada perekonomian, dengan cara manggabungkan sejumlah unit-unit yang terkena risiko yang sama atau hampir sama, dalam jumlah yang cukup besar, agar probabilitas kerugiannya dapat diramalkan dan bila kerugian yang diramalkan terjadi akan dibagi secara proposional oleh semua pihak dalam gabungan itu".


Pengertian Asuransi bila di tinjau dari segi hukum adalah:

"Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara 2 (dua) pihak atau lebih dimana pihak tertanggung mengikat diri kepada penanggung, dengan menerima premi-premi Asuransi untuk memberi penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang di harapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan di derita tertanggung karena suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberi pembayaran atas meninggal atau hidupnya seseorang yang di pertanggungkan. "


PRINSIP - PRINSIP POKOK ASURANSI

Ada beberapa prinsip-prinsip pokok Asuransi yang sangat penting yang harus di penuhi baik oleh tertanggung maupun penanggung agar kontrak/perjanjian Asuransi berlaku (tidak batal). Adapun prinsip2 pokok Asuransi tersebut sbb:

a.Prinsip Itikad Baik (Utmost Good Faith)
b.Prinsip kepentingan yang dapat di Asuransikan (Insurable Interest)
c.Prinsip Ganti Rugi (Indemnity)
d.Prinsip Subrogasi (Subrogation)
e.Prinsip Kontribusi (Contribution)
f.Prinsip Sebab Akibat (Proximate Cause)

PRODUK ASURANSI

a.Asuransi Kerugian
Menutup pertanggungan untuk kerugian karena kerusakan atau kemusnahan harta benda yang dipertanggungkan karena sebab - sebab atau kejadian yang dipertanggungkan (sebab - sebab atau bahaya - bahaya yang disebut dalam kontrak atau polis asuransi). Dalam asuransi kerugian, penanggung menerima premi dari tertanggung dan apabila terjadi kerusakan atau kemusnahan atas harta benda yang dipertanggungkan maka ganti kerugian akan dibayarkan kepada tertanggung.

b.Asuransi Jiwa
Menutup pertanggungan untuk membayarkan sejumlah santunan karena meninggal atau tetap hidupnya seseorang dalam jangka waktu pertanggungan.
Dalam asuransi jiwa, penanggung menerima premi dari tertanggung dan apabila tertanggung meninggal, maka santunan (uang pertanggungan) dibayarkan kepada ahli waris atau seseorang yang ditunjuk dalam polis sebagai penerima santunan.

c.Produk Asuransi Kerugian
-Asuransi Kebakaran
-Asuransi Angkutan Laut
-Asuransi Kendaraan Bermotor
-Asuransi Kerangka Kapal
-Construction All Risk (CAR)
-Property / Industrial All Risk
-Asuransi Customs Bond
-Asuransi Surety Bond
-Asuransi Kecelakaan Diri
-Asuransi Kesehatan
-dan lain lain

d.Produk Asuransi Jiwa
-Asuransi Jiwa Murni (Whole Life Insurance)
-Asuransi Jiwa Berjangka Panjang
-Asuransi Jiwa Jangka Pendek (Term Insurance)

e.Produk Asuransi Kerugian Dalam Program Asuransi Sosial
-Asuransi Kecelakaan Diri yang dikeluarkan oleh PT Jasa Raharja
-Asuransi Kesehatan dan Tabungan Hari Tua yang dikeluarkan oleh PT JAMSOSTEK

f.Produk Asuransi Jiwa Dalam Program Asuransi Sosial
-Program Dana Pensiun dan Tabungan Hari Tua bagi pegawai negeri dan ABRI yang diselenggarakan oleh PT. TASPEN dan PT ASABRI

g.Pengertian Tarif
Tarif Asuransi adalah:
-Suatu harga satuan dari suatu kontrak Asuransi tertentu, untuk obyek pertanggungan tertentu, terhadap resiko tertentu, dan di gunakan untuk masa depan tertentu pula.
-Alat untuk mengukur resiko yang realistis (reality of risk), yang berkisar dan tergantung kepada mutunya, makin besar kemungkinan rugi, makin besar pula tarifnya.

h.Obyek Pertanggungan
Yaitu semua obyek (property dan manusia) yang dapat di pertanggungkan aturannya karena kemungkinan akan mengalami suatu resiko yang dapat menimbulkan kerugian di tinjau dari segi keuangan. Contoh:
-Rumah tinggal, gedung, pabrik, tempat usaha, dll
-Mobil, kapal, pesawat, dll
-Jiwa manusia, kesehatan, dll
-Proyek pembangunan dan pemasangan mesin
-Pengangkutan barang
-dll

i.SPPA (Surat Permintaan Penutupan Asuransi)
SPPA adalah formulir isian yang harus di isi oleh calon tertanggung dalam rangka penutupan Asuransi yang akan di gunakan oleh penanggung untuk mengevaluasi tingkat resiko dari obyek pertanggungan tersebut. Adapun data yang diisi dalam SPPA adalah seputar obyek pertanggungan, kondisi sekitar obyek pertanggungan, data tertanggung, perincian obyek tertanggung, tingkat bahaya, dan lain-lain.


FUNGSI ASURANSI

1.Transfer Resiko
Dengan membayar premi yang relatif kecil, seseorang atau perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atas hidup dan harta bendanya (resiko) ke perusahaan asuransi

2.Kumpulan Dana
Premi yang diterima kemudian dihimpun oleh perusahaan asuransi sebagai dana untuk membayar resiko yang terjadi

Ditinjau dari beberapa sudut, maka asuransi mempunyai tujuan dan teknik pemecahan yang bermacam-macam, antara lain:

1.Dari segi Ekonomi, maka :

Tujuannya
Mengurangi ketidak pastian dari hasil usaha yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan.

Tekniknya
Dengan cara mengalihkan risiko pada pihak lain dan pihak lain mengkombinasikan sejumlah risiko yang cukup besar, sehingga dapat diperkirakan dengan lebih tepat besarnya kemungkinan terjadinya kerugian.

2.Dari segi Hukum, maka :

Tujuannya
Memindahkan risiko yang dihadapi oleh suatu obyek atau suatu kegiatan bisnis kepada pihak lain.

Tekniknya
Melalui pembayaran premi oleh tertanggung kepada penanggung dalam kontrak ganti rugi (polis asuransi), maka risiko beralih kepada penanggung.

3.Dari segi Tata Niaga, maka :

Tujuannya
Membagi risiko yang dihadapi kepada semua peserta program asuransi.

Tekniknya
Memindahkan risiko dari individu / perusahaan ke lembaga keuangan yang bergerak dalam pengelolaan risiko (perusahaan asuransi), yang akan membagi risiko kepada seluruh peserta asuransi yang ditanganinya.

4.Dari segi Kemasyarakatan, maka :

Tujuannya
Menanggung kerugian secara bersama-sama antar semua peserta program asuransi.

Tekniknya
Semua anggota kelompok (kelompok anggota) program asuransi memberikan kontribusinya (berupa premi )untuk menyantuni kerugian yang diderita oleh seorang / beberapa orang anggotanya.

5.Dari segi Matematis, maka :

Tujuannya
Meramalkan besarnya kemungkinan terjadinya risiko dan hasil ramalan itu dipakai dasar untuk membagi risiko kepada semua peserta (sekelompok peserta) program asuransi.

Tekniknya
Menghitung besarnya kemungkinan berdasarkan teori kemungkinan ("Probability Theory"), yang dilakukan oleh aktuaris maupun oleh underwriter.

sumber :
http://d.scribd.com/docs/xyrxha7umnhai283hsm.doc

Kliring

Kliring antarbank adalah pertukaran warkat ( cek, bilyet giro, nota kredit, nota debit) antarbank yang hasil perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Kliring diatur oleh Bank Indonesia baik waktu dan tempat pelaksanaan. Sedangkan peserta Kliring adalah bank umum dalam wilayah kliring (ex. Wil.kliring Banjarmasin)

Jenis Kliring

1.Kliring Manual
Yaitu perhitungan utang piutang di antara bank peserta kliring lokal dengan cara saling menyerahkan warkat kliring untuk memperluas lalu lintas pembayaran secara giral (noncash).

2.Kliring Elektronik
Yaitu kliring lokal yang dalam perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring berdasarkan data elektronik yang disertai dengan penyerahan warkat bank peserta kliring kepada penyelenggara kliring (Bank Indonesia) untuk diteruskan kepada bank penerima.

sumber :
http://infoperbankan.blogspot.com/2008/09/kliring.html

Bank Umum dan BPR

Bank Umum

Para ahli perbankan di negara-negara maju mendefinisikan bank umum sebagai institusi keuangan yang berorientasi laba. Untuk memperoleh laba tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karena diizikan mengumpulkan dana dalam bentuk deposito, bank umum disebut juga sebagai lembaga keuangan depositori. Berdasarkan kemampuannya menciptakan uang (giral), bank umum dapat juga disebut sebagai bank umum pencipta uang giral.

Pengertian bank umum menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 :

“Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.“

Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menujukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, yaitu :

1.Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.
Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.

2.Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.

3.Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.

4.Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.

5.Penyimpanan Barang-Barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.

6.Pemberian Jasa-Jasa Lainnya
Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank.
Jasa-jasa ini amat memudahkan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pihak yang menggunakannya.

BPR

Bank Perkreditan Rakyat yang biasa disingkat dengan BPR adalah salah satu jenis bank yang dikenal melayani golongan pengusaha mikro, kecil dan menengah dengan lokasi yang pada umumnya dekat dengan tempat masyarakat yang membutuhkan. BPR sudah ada sejak jaman sebelum kemerdekaan yang dikenal dengan sebutan Lumbung Desa, bank Desa, Bank Tani dan Bank Dagang Desa atau Bank Pasar. BPR merupakan lembaga perbankan resmi yang diatur berdasarkan Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan dan sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang No. 10 tahun 1998. Dalam undang-undang tersebut secara jelas disebutkan bawah ada dua jenis bank, yaitu Bank Umum dan BPR. Fungsi BPR tidak hanya sekedar menyalurkan kredit kepada para pengusaha mikro, kecil dan menengah, tetapi juga menerima simpanan dari masyarakat. Dalam penyaluran kredit kepada masyarakat menggunakan prinsip 3T, yaitu Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Sasaran, karena proses kreditnya yang relatif cepat, persyaratan lebih sederhana, dansangat mengerti akan kebutuhan Nasabah.

Jenis-Jenis Layanan pada BPR

• Menghimpun dana masyarakat dalam bentuk deposito berjangka, tabungan dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.
• Memberikan kredit dalam bentuk Kredit Modal Kerja, Kredit Investasi, maupun Kredit Konsumsi.

Melalui Peraturan Bank Indonesia, BPR diberi kesempatan untuk mempercepat pengembangan jaringan kantor dengan membuka Kantor Cabang dan Kantor Kas, sehingga ini akan semakin memperluas jangkauan BPR dalam menyediakan layanan keuangan kepada para pengusaha mikro, kecil dan menengah. Menyimpan uang di BPR aman, karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku, sehingga tidak ada salahnya jika kita menabung dan atau mendepositokan uang di BPR.

sumber :

http://putracenter.net/2009/09/23/definisi-fungsi-dan-peranan-bank-umum-dalam-perekonomian/

http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/916B0AF8-2103-4763-BA0E-38A59430600C/1484/MengenalBPR.pdf

Thursday, March 10, 2011

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2 ; Bulan ke-2

I. Invitation Letter

TF Corporation
22 Main Street
Borrowood, NJ 51687

March 11, 2011

Mr. Jack

President

TF Corporation

22 Main Street

Borrowood, NJ

Dear Mr. Jack:

I am Yulyus Edward, Event Organizer manager of TF Corporation. I would like to invite you to attend a meeting being held at my meeting room.

Our team had seriously planing about the 22nd of company anniversary wich is just two months from now. You are invited to attend a meeting that will be held in my meeting room,on Monday March 21st 2011,at 9.00 am.The meeting will discuss the theme of the anniversary party, the composition of events, and the people who will fill the anniversary party.

As one of the prominent figures in the companny, we would be honored by your attendance. Please reply by Monday the 14th of March to confirm your attendance at the meeting.

We look forward to seeing you there,

Sincerly,

Mr. Yulyus Edward


II. Exercise 33, Page 121

1. Because
2. Because
3. Because of
4. Because
5. Because of
6. Because of
7. Because of
8. Because
9. Because
10. Because of

III. Exercise 34, Page 124

1. So
2. Such
3. So
4. Such
5. So
6. So
7. Such
8. So
9. Such
10. Such
11. So
12. So
13. Such
14. So
15. So

Monday, February 21, 2011

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2

Exercise 21, Page 97-98
1. Understood
2. Wouldn't have been
3. Will give
4. Would have told
5. Would have been
6. Had
7. Could stop
8. Needed
9. Would have found
10 Were enjoy
11. Paint
12. Were
13. Can write
14. Could have permitted
15. Could spending
16. Will accept
17. Buy
18. Had decided
19. Could have written
20. Will leak
21. Could study
22. Hear
23. See
24. Get
25. Turn
26. Were
27. Would have called
28. Could have talked
29. Explained
30. Spoke

Exercise 26, Page 107
1. Well
2. Intense
3. Brightly
4. Fluent
5. Fluently
6. Smooth
7. Accurately
8. Bitter
9. Soon
10. Fast

Exercise 27, Pag3 109
1. Terrible
2. Good
3. Good
4. Calm
5. Sick
6. Quickly
7. Diligently
8. Vehemently
9. Relaxed
10. Noisy

Exercise 28, Page 114
1. As soon
2. More Important
3. As well
4. More Expensive
5. Hotter
6. More Talented
7. More Colorful
8. Happier
9. Worse
10. Faster

Exercise 29, Page 114
1. Than
2. Than
3. From
4. Than
5. As
6. Than
7. As
8. Than
9. Than
10. From

Exercise 30, Page 117-118
1. Better
2. Happiest
3. Faster
4. Creamiest
5. More colorful
6. Better
7. Good
8. More awkwardly
9. Least
10. Prettiest
11. The best
12. From
13. Less impressive
14. The sicker
15. Than
16. Twice as much as
17. Few
18. Much
19. Farthest
20. More famous

Exercise 57, Page 217-219
1. Care for
2. Do away with
3. Drop out of
4. Get trough
5. Broke of
6. Held up
7. Drawing up
8. Figure out
9. Keep on
10. Called on
11. Give up
12. Closing in on
13. Look after
14. Came down
15. Take over for
16. Held on to
17. Look into
18. Hand out
19. Check out of
20. Found out
21. Pick out
22. Get by
23. Come along with
24. Pointed out
25. Count on
26. Put off
27. Ran into
28. See about
29. Brought up
30. Passed out
31. Talk over
32. Trying out
33. Turned in
34. Get up
35. Watch out for

Exercise 56, Page 214-215
Saya bingung,,jadi say tidak mengerjakannya.. ^_^

Saturday, November 20, 2010

CSR dan Penerapannya Pada PT.Indosat

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (selanjutnya dalam artikel akan disingkat CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.

CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.

Secara umum, alasan terkait bisnis untuk melaksanakan biasanya berkisar satu ataupun lebih dari argumentasi di bawah ini:

Sumberdaya manusia

Program CSR dapat berwujud rekruitmen tenaga kerja dan memperjakan masyarakat sekitar. Lebih jauh lagi CSR dapat dipergunakan untuk menarik perhatian para calon pelamar pekerjaan, terutama sekali dengan adanya persaingan kerja di antara para lulusan. Akan terjadi peningkatan kemungkinan untuk ditanyakannya kebijakan CSR perusahaan, terutama pada saat perusahaan merekruit tenaga kerja dari lulusan terbaik yang memiliki kesadaran sosial dan lingkungan. Dengan memiliki suatu kebijakan komprehensif atas kinerja sosial dan lingkungan, perusahaan akan bisa menarik calon-calon pekerja yang memiliki nilai-nilai progresif. CSR dapat juga digunakan untuk membentuk suatu atmosfer kerja yang nyaman di antara para staf, terutama apabila mereka dapat dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang mereka percayai bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas, baik itu bentuknya "penyisihan gaji", "penggalangan dana" ataupun kesukarelawanan (volunteering) dalam bekerja untuk masyarakat.

Manajemen risiko

Manajemen risiko merupakan salah satu hal paling penting dari strategi perusahaan. Reputasi yang dibentuk dengan susah payah selama bertahun-tahun dapat musnah dalam sekejap melalui insiden seperti skandal korupsi atau tuduhan melakukan perusakan lingkungan hidup. Kejadian-kejadian seperti itu dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan dari penguasa, pengadilan, pemerintah dan media massa. Membentuk suatu budaya kerja yang "mengerjakan sesuatu dengan benar", baik itu terkait dengan aspek tata kelola perusahaan, sosial, maupun lingkungan--yang semuanya merupakan komponen CSR--pada perusahaan dapat mengurangi risiko terjadinya hal-hal negatif tersebut.Membedakan merek. Di tengah hiruk pikuknya pasar maka perusahaan berupaya keras untuk membuat suatu cara penjualan yang unik sehingga dapat membedakan produknya dari para pesaingnya di benak konsumen. CSR dapat berperan untuk menciptakan loyalitas konsumen atas dasar nilai khusus dari etika perusahaan yang juga merupakan nilai yang dianut masyarakat. Menurut Philip Kotler dan Nancy Lee, setidaknya ada dua jenis kegiatan CSR yang bisa mendatangkan keuntungan terhadap merek, yaitu corporate social marketing (CSM) dan cause related marketing (CRM). Pada CSM, perusahaan memilih satu atau beberapa isu--biasanya yang terkait dengan produknya--yang bisa disokong penyebarluasannya di masyarakat, misalnya melalui media campaign. Dengan terus menerus mendukung isu tersebut, maka lama kelamaan konsumen akan mengenali perusahaan tersebut sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian pada isu itu. Segmen tertentu dari masyarakat kemudian akan melakukan pembelian produk perusahaan itu dengan pertimbangan kesamaan perhatian atas isu tersebut. CRM bersifat lebih langsung. Perusahaan menyatakan akan menyumbangkan sejumlah dana tertentu untuk membantu memecahkan masalah sosial atau lingkungan dengan mengaitkannya dengan hasil penjualan produk tertentu atau keuntungan yang mereka peroleh. Biasanya berupa pernyataan rupiah per produk terjual atau proporsi tertentu dari penjualan atau keuntungan. Dengan demikian, segmen konsumen yang ingin menyumbang bagi pemecahan masalah sosial dan atau lingkungan, kemudian tergerak membeli produk tersebut. Mereka merasa bisa berbelanja sekaligus menyumbang. Perusahaan yang bisa mengkampanyekan CSM dan CRM-nya dengan baik akan mendapati produknya lebih banyak dibeli orang, selain juga mendapatkan citra sebagai perusahaan yang peduli pada isu tertentu.

Ijin usaha

Perusahaan selalu berupaya agar menghindari gangguan dalam usahanya melalui perpajakan atau peraturan. Dengan melakukan sesuatu 'kebenaran" secara sukarela maka mereka akan dapat meyakinkan pemerintah dan masyarakat luas bahwa mereka sangat serius dalam memperhatikan masalah kesehatan dan keselamatan, diskriminasi atau lingkungan hidup maka dengan demikian mereka dapat menghindari intervensi. Perusahaan yang membuka usaha diluar negara asalnya dapat memastikan bahwa mereka diterima dengan baik selaku warga perusahaan yang baik dengan memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja dan akibat terhadap lingkungan hidup, sehingga dengan demikian keuntungan yang menyolok dan gaji dewan direksinya yang sangat tinggi tidak dipersoalkan.

Motif perselisihan bisnis

Kritik atas CSR akan menyebabkan suatu alasan dimana akhirnya bisnis perusahaan dipersalahkan. Contohnya, ada kepercayaan bahwa program CSR seringkali dilakukan sebagai suatu upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas masalah etika dari bisnis utama perseroan.


Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat contoh penerapan CSR pada PT.Indosat dibawah ini :


Sebagai bentuk komitmen Indosat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, Indosat telah melaksanakan berbagai progam yang kami harapkan dapat meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia untuk menjadi lebih baik.

Corporate Social Responsibility yang kami lakukan tidak terbatas hanya pada pengembangan dan peningkatan kualitas masyarakat pada umumnya, namun juga menyangkut tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Kepedulian terhadap pelanggan, pengembangan Sumber Daya Manusia, mengembangkan Green Environment serta memberikan dukungan dalam pengembangan komunitas dan lingkungan sosial. Setiap fungsi yang ada, saling melengkapi demi tercapainya CSR yang mampu memenuhi tujuan Indosat dalam menerapkan ISO 26000 di perusahaan.

Penerapan CSR Indosat mencakup 5 inisiatif, yang dilakukan secara berkesinambungan yaitu:



Organizational Governance


Penerapan tata kelola Perusahaan terbaik termasuk mematuhi regulasi dan ketentuan yang berlaku, berlandaskan 5 prinsip: transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, interpendensi dan kesetaraan.

Consumer Issues
Menyediakan dan mengembangkan produk dan jasa telekomunikasi yang memberikan manfaat luas bagi pemakainya, layanan yang transparan dan terpercaya.

Labor Practices
Mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara Perusahaan dan karyawan serta pengembangan sistem, organisasi dan fasilitas pendukung sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Perusahaan.

Environment
Mengembangkan budaya Peduli lingkungan termasuk upaya-upaya nyata untuk mengurangi penggunaan emisi karbon dalam kegiatan perusahaan.

Community Involvement
Ikut mengembangkan kualitas hidup komunitas dalam hal kualitas pendidikan sekolah dan olahraga, kualitas kesehatan, serta ikut serta dalam mendukung kegiatan sosial komunitas termasuk bantuan saat bencana/musibah.

CSR Goal Indosat
Bertumbuh, mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku serta Peduli kepada masyarakat.

Program CSR di tahun 2008 memiliki tema khusus “Indosat Cinta Indonesia”, yang kemudian pada tahun 2009, tema CSR Indosat berkembang menjadi “Satukan Cinta Negeri” sebagai bentuk refleksi komitmen dan tanggungjawab Indosat sebagai perusahaan di Indonesia yang Peduli atas kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, serta upayanya untuk senantiasa berkarya, memberikan manfaat, serta mengajak peran serta seluruh stakeholder untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik, yang merupakan terjemahan dari keinginan masyarakat pada umumnya untuk terlibat secara aktif dalam berbagai program sosial Indosat.


Program Indosat “Satukan Cinta Negeri” diterapkan melalui berbagai aktifitas antara lain adalah:


Program yang telah dilakukan akan terus berjalan dan ditingkatkan kualitasnya. Seluruh program CSR yang dilaksanakan oleh Indosat akan terus dievaluasi secara berkala agar betul-betul dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan Bangsa Indonesia sesuai CSR Goal Indosat.

Betapapun besarnya masalah yang dihadapi dunia pendidikan, kesehatan, lingkungan serta permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia pada umumnya, maka setiap langkah nyata yang dilakukan oleh Indosat merupakan tahapan yang berarti untuk menuju masa depan yang lebih baik.


sumber : http://www.indosat.com/corporate_responsibility dan www.wikipedia.com

Etika dan Ekonomi Pasar Bebas

A free market is a market in which there is no economic intervention and regulation by the state , except to enforce private contracts and the ownership of propertSebuah pasar bebas adalah pasar di mana tidak ada intervensi ekonomi dan regulasi oleh negara , kecuali untuk menegakkan kontrak swasta dan kepemilikan properti. It is the opposite of a controlled market , in which the state directly regulates how goods, services and labor may be used, priced, or distributed, rather than relying on the mechanism of private ownership. Ini adalah kebalikan dari pasar dikendalikan , di mana negara secara langsung mengatur bagaimana barang, jasa dan tenaga kerja dapat digunakan, harga, atau didistribusikan, daripada mengandalkan mekanisme kepemilikan pribadi. Advocates of a free market traditionally consider the term to imply that the means of production is under private, not state control as well. Para pendukung pasar bebas tradisional menganggap istilah untuk menyatakan bahwa alat-alat produksi berada di bawah kontrol swasta bukan negara, juga. This is the contemporary use of the term "free market" by economists and in popular culture; the term has had other uses historically . Ini adalah penggunaan kontemporer istilah "bebas" pasar oleh ekonom dan dalam budaya populer, istilah tersebut telah memiliki kegunaan lain historis . A free-market economy is an economy where all markets within it are unregulated by any parties other than those players in the market.ekonomi pasar bebas adalah ekonomi di mana semua pasar di dalamnya tidak diatur oleh pihak lain selain para pemain di pasar. In its purest form the government plays a neutral role in its administration and legislation of economic activity neither limiting nor actively promoting it (for example neither regulating industries let alone owning economic interests nor offering subsidies to businesses let alone protecting them from internal/external market pressures). Dalam bentuknya yang paling murni pemerintah memainkan peran yang netral dalam administrasi dan perundang-undangan aktivitas ekonomi tidak membatasi atau aktif mempromosikan itu (misalnya tidak mengatur industri apalagi yang memiliki kepentingan ekonomi maupun subsidi menawarkan untuk bisnis apalagi melindungi mereka dari tekanan pasar eksternal / internal ). Such an economy in its most radical form does not exist in developed economies, however efforts made to liberalise an economy or make it "free-er" attempt to limit the role of government in such a way. Seperti ekonomi dalam bentuknya yang paling radikal tidak ada di negara maju, namun upaya untuk liberalisasi ekonomi atau membuatnya "bebas-er" mencoba untuk membatasi peran pemerintah dalam sedemikian rupa.

The theory holds that within an ideal free market, property rights are voluntarily exchanged at a price arranged solely by the mutual consent of sellers and buyers . Teori ini berpendapat bahwa dalam sebuah pasar bebas yang ideal, hak milik secara sukarela ditukar dengan harga yang diatur sendiri oleh persetujuan bersama penjual dan pembeli . By definition, buyers and sellers do not coerce each other, in the sense that they obtain each other's property rights without the use of physical force, threat of physical force, or fraud, nor are they coerced by a third party (such as by government via transfer payments ) [1] and they engage in trade simply because they both consent and believe that what they are getting is worth more than or as much as what they give up. Menurut definisi, pembeli dan penjual tidak memaksa satu sama lain, dalam arti bahwa mereka memperoleh property hak-hak lainnya masing-masing tanpa menggunakan kekuatan fisik, ancaman kekerasan fisik, atau penipuan, atau mereka dipaksa oleh pihak ketiga (seperti oleh pemerintah melalui pembayaran transfer ) dan mereka terlibat dalam perdagangan hanya karena mereka berdua persetujuan dan percaya bahwa apa yang mereka mendapatkan bernilai lebih dari atau sebanyak apa yang mereka menyerah. Price is the result of buying and selling decisions en masse as described by the theory of supply and demand . Harga adalah hasil dari keputusan pembelian dan penjualan secara besar-besaran seperti yang dijelaskan oleh teori penawaran dan permintaan .

Free markets contrast sharply with controlled markets or regulated markets , in which governments directly or indirectly regulate prices or supplies, which according to free-market theory causes markets to be less efficient. [2] Where government intervention exists, the market is a mixed economy . pasar bebas kontras tajam dengan pasar yang dikendalikan atau diatur pasar , di mana pemerintah secara langsung atau tidak langsung mengatur harga atau persediaan, yang menurut teori pasar-bebas menyebabkan pasar menjadi kurang efisien. Dimana ada intervensi pemerintah, pasar adalah ekonomi campuran .

In the marketplace, the price of a good or service helps communicate consumer demand to producers and thus directs the allocation of resources toward consumer, as well as investor, satisfaction. Di pasar, harga barang atau jasa membantu berkomunikasi permintaan konsumen kepada produsen dan dengan demikian mengarahkan alokasi sumber daya terhadap konsumen, serta investor, kepuasan. In a free market, price is a result of a plethora of voluntary transactions, rather than political decree as in a controlled market. Dalam pasar bebas, harga merupakan hasil dari kebanyakan transaksi sukarela, bukan keputusan politik seperti dalam pasar terkendali. Through free competition between vendors for the provision of products and services, prices tend to decrease, and quality tends to increase. Melalui persaingan bebas antara vendor untuk penyediaan produk dan layanan, harga cenderung menurun, dan kualitas cenderung meningkat. A free market is not to be confused with a perfect market where individuals have perfect information and there is perfect competition . Sebuah pasar bebas tidak boleh disamakan dengan pasar sempurna di mana individu memiliki informasi yang sempurna dan ada persaingan sempurna .

Free-market economics is closely associated with laissez-faire economic philosophy, which advocates approximating this condition in the real world by mostly confining government intervention in economic matters to regulating against force and fraud among market participants. Pasar bebas ekonomi sangat erat kaitannya dengan laissez-faire filosofi ekonomi, mana para pendukung mendekati kondisi di dunia nyata oleh sebagian besar membatasi intervensi pemerintah dalam hal ekonomi untuk mengatur melawan kekerasan dan penipuan diantara peserta pasar. Beberapa pendukung pasar bebas menentang perpajakan juga, mengklaim bahwa pasar lebih efisien dalam menyediakan semua layanan bernilai yang pertahanan dan hukum ada pengecualian, bahwa layanan tersebut dapat diberikan tanpa pajak langsung dan persetujuan yang akan menjadi dasar legitimasi politik membuatnya menjadi sistem yang konsisten secara moral. Anarko-kapitalis , misalnya, akan menggantikan arbitrase lembaga dan instansi pertahanan swasta .

In social philosophy , a free-market economy is a system for allocating goods within a society: purchasing power mediated by supply and demand within the market determines who gets what and what is produced, rather than the state. Dalam filsafat sosial , sebuah pasar perekonomian bebas adalah sebuah sistem untuk mengalokasikan barang dalam suatu masyarakat: daya beli dimediasi oleh penawaran dan permintaan di pasar menentukan siapa yang mendapat apa dan apa yang dihasilkan, bukan negara. A free market may refer narrowly to national economies, or internationally; specific reference to international markets is referred to as free trade (for goods) or lack of capital controls (for money). Early proponents of a free-market economy in 18th century Europe contrasted it with the medieval , early modern , and mercantilist economies which preceded it. Sebuah pasar bebas dapat merujuk sempit untuk ekonomi nasional, atau internasional; referensi khusus untuk pasar internasional disebut sebagai perdagangan bebas (untuk barang) atau kurangnya kontrol modal (untuk uang) Eropa dini. para pendukung pasar bebas ekonomi abad ke-18 di kontras itu dengan abad pertengahan , awal modern , dan merkantilis ekonomi yang mendahuluinya.

Supply and demand Penawaran dan permintaan

Supply and demand are always equal as they are the two sides of the same set of transactions, and discussions of "imbalances" are a muddled and indirect way of referring to price. Penawaran dan permintaan selalu sama karena mereka adalah dua sisi dari set yang sama transaksi, dan diskusi tentang "ketidakseimbangan" adalah cara yang kacau dan tidak langsung menyebut harga. However, in an unmeasurable qualitative sense, demand for an item (such as goods or services) refers to the market pressure from people trying to buy it. Namun, dalam arti kualitatif terukur, permintaan untuk suatu item (seperti barang atau jasa) mengacu pada tekanan pasar dari orang yang mencoba untuk membelinya. They will "bid" money for the item, while in return sellers offer the item for money. Mereka akan "tawaran" uang untuk item, sedangkan di penjual kembali menawarkan item untuk uang. When the bid matches the offer, a transaction can easily occur (even automatically, as in a typical stock market ). Ketika tawaran pertandingan tawaran itu, transaksi dengan mudah dapat terjadi (bahkan secara otomatis, seperti dalam khas pasar saham ). In reality, most shops and markets do not resemble the stock market, and there are significant costs and barriers to "shopping around" (comparison shopping). Pada kenyataannya, kebanyakan toko dan pasar tidak menyerupai pasar saham, dan ada biaya yang signifikan dan hambatan untuk "berbelanja di sekitar" (perbandingan belanja).

The model is commonly applied to wages, in the market for labor. Model ini biasanya diterapkan untuk upah, di pasar tenaga kerja. The typical roles of supplier and consumer are reversed. Peran khas pemasok dan konsumen terbalik. The suppliers are individuals, who try to sell (supply) their labor for the highest price. Pemasok adalah individu, yang mencoba untuk menjual (supply) tenaga kerja mereka untuk harga tertinggi. The consumers of labors are businesses, which try to buy (demand) the type of labor they need at the lowest price. Konsumen tenaga kerja adalah usaha, yang mencoba untuk membeli (demand) jenis tenaga kerja yang mereka butuhkan dengan harga terendah. As populations increase wages fall for any given unskilled or skilled labor supply. Sebagai populasi kenaikan upah jatuh untuk apapun atau terampil pasokan tenaga kerja tidak terampil yang diberikan. Conversly, wages tend to go up with a decrease in population. Conversly, upah cenderung naik dengan penurunan populasi.

When demand exceeds supply, suppliers can raise the price, but when supply exceeds demand, suppliers will have to decrease the price in order to make sales. Ketika permintaan melebihi penawaran, pemasok dapat menaikkan harga, tapi ketika penawaran melebihi permintaan, pemasok akan mampu mengurangi harga untuk membuat penjualan. Consumers who can afford the higher prices may still buy, but others may forgo the purchase altogether, demand a better price, buy a similar item, or shop elsewhere. Konsumen yang mampu membayar harga yang lebih tinggi masih bisa membeli, tetapi yang lain mungkin melupakan membeli sama sekali, permintaan harga yang lebih baik, membeli item yang sama, atau toko di tempat lain. As the price rises, suppliers may also choose to increase production. Sebagai harga meningkat, pemasok juga dapat memilih untuk meningkatkan produksi. Or more suppliers may enter the business. Atau lebih banyak pemasok dapat memasukkan bisnis.

Spontaneous order or "Invisible hand" Spontan pesanan atau "tangan Invisible"

Friedrich Hayek argues for the classical liberal view that market economies allow spontaneous order ; that is, "a more efficient allocation of societal resources than any design could achieve." Friedrich Hayek berpendapat untuk tampilan liberal klasik bahwa ekonomi pasar memungkinkan agar spontan , yaitu, "sebuah efisien alokasi lebih banyak sumber daya masyarakat daripada desain dapat mencapai." According to this view, in market economies sophisticated business networks are formed which produce and distribute goods and services throughout the economy. Menurut pandangan ini, dalam ekonomi pasar jaringan bisnis canggih dibentuk yang memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa di seluruh perekonomian. This network was not designed, but emerged as a result of decentralized individual economic decisions. Jaringan ini tidak dirancang, tetapi muncul sebagai hasil dari desentralisasi keputusan ekonomi individual. Supporters of the idea of spontaneous order trace their views to the concept of the invisible hand proposed by Adam Smith in The Wealth of Nations who said that the individual who: Para pendukung gagasan order spontan jejak pandangan mereka kepada konsep invisible hand yang diusulkan oleh Adam Smith dalam The Wealth of Nations yang mengatakan bahwa individu yang:

"intends only his own gain is led by an invisible hand to promote an end which was no part of his intention. Nor is it always the worse for society that it was no part of it. By pursuing his own interest [an individual] frequently promotes that of the society more effectually than when he really intends to promote it. I have never known much good done by those who affected to trade for the [common] good." "Hanya bermaksud keuntungan sendiri dipimpin oleh suatu tangan gaib untuk mempromosikan sebuah akhir yang tidak ada bagian dari niatnya itu. Juga tidak selalu lebih buruk bagi masyarakat bahwa itu bukan bagian dari. Dengan mengejar kepentingan sendiri [individu] sering mempromosikan bahwa masyarakat lebih secara efektif daripada ketika ia benar-benar berniat untuk mempromosikannya. aku tidak pernah tahu banyak baik yang dilakukan oleh mereka yang terkena dampak untuk perdagangan untuk [umum] yang baik. " ( Wealth of Nations ) ( Wealth of Nations )

Smith pointed out that one does not get one's dinner by appealing to the brother-love of the butcher, the farmer or the baker. Smith menunjukkan bahwa seseorang tidak mendapatkan yang makan malam satu demi menarik dengan kasih-saudara tukang daging, petani atau tukang roti. Rather one appeals to their self interest, and pays them for their labour. Sebaliknya satu menarik bagi kepentingan pribadi mereka, dan membayar mereka untuk tenaga kerja mereka.

"It is not from the benevolence of the butcher, the brewer or the baker, that we expect our dinner, but from their regard to their own self interest. We address ourselves, not to their humanity but to their self-love, and never talk to them of our own necessities but of their advantages." "Ini bukan dari sikap para tukang daging, bir atau tukang roti, yang kita harapkan makan malam kita, tetapi dari hal mereka untuk kepentingan diri mereka. Kami alamat diri kita, tidak pada kemanusiaan mereka tetapi untuk-mereka cinta diri, dan tidak pernah berbicara dengan mereka tentang kebutuhan kita sendiri melainkan keuntungan mereka. "

Supporters of this view claim that spontaneous order is superior to any order that does not allow individuals to make their own choices of what to produce, what to buy, what to sell, and at what prices, due to the number and complexity of the factors involved. Pendukung pandangan ini mengklaim bahwa tatanan spontan lebih unggul perintah yang tidak memungkinkan individu untuk membuat pilihan mereka sendiri tentang apa yang harus menghasilkan, apa yang harus membeli, apa untuk menjual, dan berapa harga, karena jumlah dan kompleksitas faktor terlibat. They further believe that any attempt to implement central planning will result in more disorder, or a less efficient production and distribution of goods and services. Mereka lebih percaya bahwa setiap upaya untuk mengimplementasikan perencanaan pusat akan menghasilkan kekacauan lebih, atau kurang efisien produksi dan distribusi barang dan jasa.

Economic equilibrium Ekonomi kesetimbangan

General equilibrium theory has demonstrated, with varying degrees of mathematical rigor over time, that under certain conditions of competition , the law of Supply and Demand predominates in this ideal free and competitive market, influencing prices toward an equilibrium that balances the demands for the products against the supplies. Teori keseimbangan umum telah menunjukkan, dengan berbagai derajat ketelitian matematika dari waktu ke waktu, bahwa dalam kondisi tertentu persaingan , hukum Penawaran dan Permintaan dominan di pasar bebas dan kompetitif yang ideal, mempengaruhi harga ke arah keseimbangan yang menyeimbangkan tuntutan untuk produk terhadap persediaan. At these equilibrium prices, the market distributes the products to the purchasers according to each purchaser's preference (or utility) for each product and within the relative limits of each buyer's purchasing power . Pada harga tersebut keseimbangan, pasar mendistribusikan produk ke pembeli sesuai dengan preferensi masing-masing pembeli (atau utilitas) untuk setiap produk dan dalam batas relatif masing-masing pembeli daya beli . This result is described as market efficiency, or more specifically a Pareto optimum . Hasil ini digambarkan sebagai efisiensi pasar, atau lebih khusus yang optimal Pareto .

This equilibrating behavior of free markets requires certain assumptions about their agents, collectively known as Perfect Competition , which therefore cannot be results of the market that they create. Perilaku menyeimbangkan pasar bebas memerlukan asumsi tertentu tentang agen mereka, yang dikenal sebagai Persaingan Sempurna , yang karenanya tidak dapat hasil dari pasar yang mereka ciptakan. Among these assumptions are complete information, interchangeable goods and services, and lack of market power, that obviously cannot be fully achieved. Di antara asumsi-asumsi ini informasi yang lengkap, barang dan jasa dipertukarkan, dan kurangnya kekuatan pasar, yang jelas tidak dapat sepenuhnya tercapai. The question then is what approximations of these conditions guarantee approximations of market efficiency, and which failures in competition generate overall market failures. Pertanyaannya kemudian adalah apa perkiraan kondisi ini menjamin efisiensi perkiraan pasar, dan kegagalan dalam kompetisi yang menghasilkan kegagalan pasar secara keseluruhan. Several Nobel Prizes in Economics have been awarded for analyses of market failures due to asymmetric information . Beberapa Hadiah Nobel Ekonomi telah diberikan untuk analisis kegagalan pasar akibat informasi asimetris .

Some models in econophysics Beberapa model dalam econophysics have shown that when agents are allowed to interact locally in a free market (ie their decisions depend not only on utility and purchasing power, but also on their peers' decisions), prices can become unstable and diverge from the equilibrium, often in an abrupt manner.The behavior of the free market is thus said to be non-linear (a pair of agents bargaining for a purchase will agree on a different price than 100 identical pairs of agents doing the identical purchase). Speculation bubbles and the type of herd behavior often observed in stock markets are quoted as real life examples of non-equilibrium price trends. telah menunjukkan bahwa ketika agen diijinkan untuk berinteraksi secara lokal di pasar bebas (yaitu keputusan mereka tidak hanya tergantung pada utilitas dan daya beli, tetapi juga pada 'keputusan rekan-rekan mereka), harga bisa menjadi tidak stabil dan menyimpang dari ekuilibrium, sering kali dalam mendadak manner.The perilaku pasar bebas dengan demikian dikatakan non-linear (sepasang tawar agen untuk pembelian akan setuju pada harga yang berbeda dari 100 pasangan identik agen melakukan pembelian identik). Spekulasi gelembung dan jenis ternak perilaku sering diamati di pasar saham dikutip sebagai contoh kehidupan nyata dari keseimbangan harga tren-non. Some laissez-faire free-market advocates, like Chicago school economists, often dismiss this endogenous theory, and blame external influences, such as weather, commodity prices, technological developments, and government meddling for non-equilibrium prices. Beberapa laissez-faire pendukung pasar bebas, seperti ekonom Chicago sekolah, seringkali mengabaikan teori ini endogen, dan menyalahkan pengaruh eksternal, seperti cuaca, harga komoditas, perkembangan teknologi, dan pemerintah campur tangan untuk harga non-ekuilibrium.

Distribution of wealth Distribusi kekayaan

The distribution of purchasing power in an economy depends to a large extent on the nature of government intervention, social class , labor and financial markets , but also on other, lesser factors such as family relationships, inheritance , gifts and so on. Distribusi daya beli dalam suatu perekonomian tergantung untuk sebagian besar pada sifat dari intervensi pemerintah, kelas sosial , tenaga kerja dan pasar keuangan , tetapi juga pada yang lain, faktor-faktor kecil seperti hubungan keluarga, warisan , hadiah dan sebagainya. Many theories describing the operation of a free market focus primarily on the markets for consumer products, and their description of the labor market or financial markets tends to be more complicated and controversial. Banyak teori menjelaskan pengoperasian fokus pasar bebas terutama pada pasar untuk produk konsumen, dan deskripsi mereka tentang pasar tenaga kerja atau pasar keuangan cenderung lebih rumit dan kontroversial. The free market can be seen as facilitating a form of decision-making through what is known as dollar voting , where a purchase of a product is tantamount to casting a vote for a producer to continue producing that product. Pasar bebas dapat dilihat sebagai memfasilitasi bentuk pengambilan keputusan melalui apa yang dikenal sebagai suara dolar , dimana pembelian produk adalah sama saja dengan casting memilih produsen untuk terus memproduksi produk tersebut.

The effect of economic freedom on society's and individuals' wealth remains a subject of controversy. Kenneth Arrow and Gerard Debreu have shown that under certain idealized conditions, a system of free trade leads to Pareto efficiency , but the traditional Arrow-Debreu paradigm within economics is now being challenged by the new Greenwald- Stiglitz paradigm (1986). Pengaruh kebebasan ekonomi pada masyarakat dan individu kekayaan tetap menjadi subyek kontroversi. Kenneth Arrow dan Gerard Debreu telah menunjukkan bahwa dalam kondisi ideal tertentu, sistem perdagangan bebas menyebabkan efisiensi Pareto , tetapi tradisional Arrow-Debreu paradigma dalam ekonomi adalah sekarang sedang ditantang oleh-baru Greenwald Stiglitz paradigma (1986). Many advocates of free markets, most notably Milton Friedman , have also argued that there is a direct relationship between economic growth and economic freedom, though this assertion is much harder to prove empirically, as the continuous debates among scholars on methodological issues in empirical studies of the connection between economic freedom and economic growth clearly indicate: [10] [11] [12] "there were a few attempts to study relationship between growth and economic freedom prior to the very recent availability of the Fraser data. These were useful but had to use incomplete and subjective variables". Banyak pendukung pasar bebas, terutama Milton Friedman , juga berpendapat bahwa ada hubungan langsung antara pertumbuhan ekonomi dan kebebasan ekonomi, walaupun pernyataan ini jauh lebih sulit untuk membuktikan secara empiris, sebagai perdebatan terus menerus di antara para sarjana mengenai isu-isu metodologis dalam studi empiris hubungan antara kebebasan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi jelas menunjukkan: ada beberapa usaha-usaha mempelajari hubungan antara pertumbuhan dan ekonomi sebelum kebebasan yang sangat ketersediaan terakhir ini Fraser. data "Ini adalah berguna tapi untuk menggunakan dan subjektif variabel lengkap ". Joshua Epstein and Robert Axtell have attempted to predict the properties of free markets empirically in the agent-based computer simulation " Sugarscape ". Joshua Epstein dan Robert Axtell telah berusaha untuk memprediksi sifat pasar bebas empiris dalam berbasis simulasi komputer-agen " Sugarscape ". They came to the conclusion that, again under idealized conditions, free markets lead to a Pareto distribution of wealth. Mereka datang pada kesimpulan bahwa, sekali lagi dalam kondisi ideal, pasar bebas menyebabkan distribusi Pareto kekayaan.

On the other hand more recent research, especially the one led by Joseph Stiglitz seems to contradict Friedman's conclusions. Di sisi lain yang lebih penelitian terbaru, terutama yang dipimpin oleh Joseph Stiglitz tampaknya bertentangan itu kesimpulan Friedman. According to Boettke: Menurut Boettke:

Once incomplete and imperfect information are introduced, Chicago-school defenders of the market system cannot sustain descriptive claims of the Pareto efficiency of the real world. Setelah informasi yang tidak lengkap dan tidak sempurna diperkenalkan, Chicago-sekolah pembela sistem pasar tidak dapat mendukung klaim deskriptif dari efisiensi Pareto dari dunia nyata. Thus, Stiglitz 's use of rational-expectations equilibrium assumptions to achieve a more realistic understanding of capitalism than is usual among rational-expectations theorists leads, paradoxically, to the conclusion that capitalism deviates from the model in a way that justifies state action— socialism —as a remedy. Dengan demikian, Stiglitz menggunakan 's dari harapan keseimbangan asumsi-rasional untuk mencapai pemahaman yang lebih realistis kapitalisme daripada biasanya antara teori ekspektasi rasional-lead, paradoks, pada kesimpulan bahwa kapitalisme menyimpang dari model dalam cara yang membenarkan tindakan-negara sosialisme -sebagai obat.

Laissez-faire economic Laissez-faire ekonomi

The necessary components for the functioning of an idealized free market include the complete absence of artificial price pressures from taxes, subsidies, tariffs , or government regulation (other than protection from coercion and theft, and no government-granted monopolies (usually classified as coercive monopoly by free-market advocates) like the United States Post Office , Amtrak , arguably patents , etc. Komponen yang diperlukan untuk berfungsinya pasar bebas ideal termasuk tidak adanya tekanan harga lengkap buatan dari pajak, subsidi, tarif , atau peraturan pemerintah (selain perlindungan dari paksaan dan pencurian, dan tidak ada monopoli pemerintah diberikan (biasanya digolongkan sebagai monopoli koersif oleh-pasar pendukung bebas) seperti Amerika Serikat Kantor Pos , Amtrak , boleh dibilang paten , dll

Deregulation Deregulasi

In an absolutely free-market economy , all capital, goods, services, and money flow transfers are unregulated by the government except to stop collusion or fraud that may take place among market participants. [ citation needed ] As this protection must be funded, such a government taxes only to the extent necessary to perform this function, if at all. Dalam ekonomi pasar-bebas sama sekali, modal semua, barang, jasa, dan aliran transfer uang yang tidak diatur oleh pemerintah, kecuali untuk menghentikan kolusi atau penipuan yang mungkin terjadi di antara pelaku pasar [. rujukan? ] Sebagai perlindungan ini harus dibiayai, seperti suatu pajak pemerintah hanya sejauh yang diperlukan untuk melakukan fungsi ini, jika sama sekali. This state of affairs is also known as laissez-faire . Keadaan ini juga dikenal sebagai laissez-faire . Internationally, free markets are advocated by proponents of economic liberalism ; in Europe this is usually simply called liberalism . Internasional, pasar bebas yang dianjurkan oleh para pendukung liberalisme ekonomi , di Eropa ini biasanya hanya disebut liberalisme. In the United States , support for free market is associated most with libertarianism . Di Amerika Serikat , dukungan untuk pasar bebas yang paling berhubungan dengan libertarianisme . Since the 1970s, promotion of a global free-market economy, deregulation and privatization , is often described as neoliberalism . Sejak tahun 1970, promosi dari pasar bebas ekonomi, global deregulasi dan privatisasi , sering digambarkan sebagai neoliberalisme . The term free-market economy is sometimes used to describe some economies that exist today (such as Hong Kong ), but pro-market groups would only accept that description if the government practices laissez-faire policies, rather than state intervention in the economy. Ekonomi pasar bebas istilah kadang-kadang digunakan untuk menggambarkan beberapa ekonomi yang ada saat ini (seperti Hong Kong ), tetapi pro-pasar kelompok hanya mau menerima gambaran jika praktik pemerintah laissez-faire kebijakan, bukan intervensi negara dalam perekonomian. An economy that contains significant economic interventionism by government, while still retaining some characteristics found in a free market is often called a mixed economy . Ekonomi yang berisi signifikan intervensi ekonomi oleh pemerintah, sementara masih mempertahankan beberapa karakteristik ditemukan di sebuah pasar bebas sering disebut ekonomi campuran .

Low barriers to entry Rendah hambatan untuk masuk

A free market does not require the existence of competition, however it does require that there are no barriers to new market entrants. Sebuah pasar bebas tidak memerlukan adanya persaingan, namun mensyaratkan bahwa tidak ada hambatan untuk pendatang pasar baru. Hence, in the lack of coercive barriers it is generally understood that competition flourishes in a free-market environment. Oleh karena itu, dalam kurangnya hambatan koersif secara umum dipahami bahwa persaingan berkembang di lingkungan pasar bebas. It often suggests the presence of the profit motive , although neither a profit motive or profit itself are necessary for a free market. Sering menunjukkan keberadaan motif keuntungan , meskipun tidak keuntungan motif atau keuntungan sendiri yang diperlukan untuk pasar bebas. All modern free markets are understood to include entrepreneurs , both individuals and businesses . Semua pasar bebas modern dipahami termasuk pengusaha , baik perorangan dan perusahaan . Typically, a modern free market economy would include other features, such as a stock exchange and a financial services sector, but they do not define it. Biasanya, ekonomi pasar bebas modern akan mencakup fitur lainnya, seperti bursa saham dan jasa keuangan sektor, tetapi mereka tidak mendefinisikannya.

Legal tender and taxes Hukum tender dan pajak

In a truly free-market economy, money would not be monopolized by legal tender laws or by a central bank, in order to receive taxes from the transactions or to be able to issue loans . Minarchists (advocates of minimal government) contend that the so called "coercion" of taxes is essential for the market's survival, and a market free from taxes may lead to no market at all. Dalam ekonomi pasar bebas benar-benar, uang tidak akan dimonopoli oleh legal tender undang-undang atau oleh bank sentral, untuk menerima pajak dari transaksi atau untuk dapat mengeluarkan pinjaman . Minarchists (pendukung pemerintah minimal) berpendapat bahwa begitu disebut "paksaan" pajak sangat penting bagi kelangsungan hidup pasar, dan pasar bebas dari pajak dapat mengakibatkan pasar sama sekali. By definition, there is no market without private property, and private property can only exist while there is an entity that defines and defends it. Menurut definisi, tidak ada pasar tanpa hak milik pribadi, dan kepemilikan pribadi hanya bisa ada saat ada entitas yang mendefinisikan dan membela itu. Traditionally, the State defends private property and defines it by issuing ownership titles, and also nominates the central authority to print or mint currency. Secara tradisional, Negara membela hak milik pribadi dan mendefinisikan dengan menerbitkan hak kepemilikan, dan juga mengusulkan kewenangan pusat atau mint mata uang cetak. "Free-market anarchists" disagree with the above assessment – they maintain that private property and free markets can be protected by voluntarily-funded services under the concept of individualist anarchism and anarcho-capitalism . "Free-pasar anarkis" tidak setuju dengan penilaian di atas - mereka mempertahankan bahwa hak milik pribadi dan pasar bebas dapat dilindungi oleh layanan yang didanai secara sukarela di bawah konsep anarkisme individualis dan anarko-kapitalisme . A free market could be defined alternatively as a tax-free market, independent of any central authority, which uses as medium of exchange such as money, even in the absence of the State. It is disputed, however, whether this hypothetical stateless market could function. Sebuah pasar bebas dapat didefinisikan alternatif sebagai pasar bebas pajak, terlepas dari pemerintah pusat, yang menggunakan sebagai alat tukar seperti uang, bahkan tanpa adanya negara. Hal ini diperdebatkan, bagaimanapun, apakah pasar berkewarganegaraan hipotetis bisa fungsi.

Index of economic freedom Indeks kebebasan ekonomi

The Heritage Foundation , a conservative The Heritage Foundation , yang konservatif think tank , tried to identify the key factors which allow to measure the degree of freedom of economy of a particular country. think tank , mencoba untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memungkinkan untuk mengukur tingkat kebebasan ekonomi dari suatu negara tertentu. In 1986 they introduced Index of Economic Freedom , which is based on some fifty variables. Pada tahun 1986 mereka memperkenalkan Indeks Kebebasan Ekonomi , yang didasarkan pada beberapa variabel lima puluh. This and other similar indices do not define a free market, but measure the degree to which a modern economy is free, meaning in most cases free of state intervention. The variables are divided into the following major groups: Ini dan lainnya indeks serupa tidak menentukan pasar bebas, tapi mengukur sejauh mana ekonomi modern bebas, artinya dalam banyak kasus bebas dari intervensi negara kelompok. Variabel dibagi menjadi utama berikut ini:

  • Trade policy, Kebijakan perdagangan,
  • Fiscal burden of government, Beban fiskal pemerintah,
  • Government intervention in the economy, Intervensi pemerintah dalam perekonomian,
  • Monetary policy, Kebijakan moneter,
  • Capital flows and foreign investment, Arus modal dan investasi asing,
  • Banking and finance, Perbankan dan keuangan,
  • Wages and prices, Upah dan harga,
  • Property rights, Hak milik,
  • Regulation, and Peraturan, dan
  • Informal market activity. Aktivitas pasar informal.

Each group is assigned a numerical value between 1 and 5; IEF is the arithmetical mean of the values, rounded to the hundredth. Setiap kelompok diberi nilai numerik antara 1 dan 5; IEF adalah mean aritmatika dari nilai, dibulatkan ke keseratus. Initially, countries which were traditionally considered capitalistic received high ratings, but the method improved over time. Some economists, like Milton Friedman and other Laissez-faire economists have argued that there is a direct relationship between economic growth and economic freedom, but this assertion has not been proven yet, both theoretically and empirically. Continuous debates among scholars on methodological issues in empirical studies of the connection between economic freedom and economic growth still try to find out what is the relationship, if any. Awalnya, negara-negara yang secara tradisional dianggap kapitalistik menerima peringkat tinggi, namun metode tersebut meningkat dari waktu ke waktu,. Beberapa ekonom seperti Milton Friedman dan Laissez-faire ekonom berpendapat bahwa ada hubungan langsung antara pertumbuhan ekonomi dan kebebasan ekonomi, tetapi pernyataan ini telah belum terbukti belum, baik secara teoritis dan empiris apapun Continuous. perdebatan di kalangan sarjana metodologis tentang isu-isu empiris dalam studi hubungan ekonomi antara kebebasan ekonomi dan pertumbuhan masih mencoba untuk mencari tahu apa itu hubungan, jika.

"In recent years a significant amount of work has been devoted to the investigation of a possible connection between the political system and economic growth. For a variety of reasons there is no consensus about that relationship, especially not about the direction of causality, if any." "Dalam beberapa tahun terakhir sejumlah besar pekerjaan telah dikhususkan untuk penyelidikan dari koneksi yang mungkin terjadi antara sistem politik dan pertumbuhan ekonomi. Untuk berbagai alasan tidak ada konsensus tentang hubungan itu, terutama bukan tentang arah kausalitas, jika ada . " (AYAL & KARRAS, 1998, p.2) (Ayal & KARRAS, 1998, halaman 2)

History and ideology Sejarah dan ideologi

The meaning of "free" market has varied over time and between economists, the ambiguous term "free" facilitating reuse. Yang dimaksud dengan bebas "pasar" telah bervariasi dari waktu ke waktu dan antara ekonom, yang ambigu istilah bebas "memfasilitasi reuse". To illustrate the ambiguity: classical economists such as Adam Smith believed that an economy should be free of monopoly rents, while proponents of laissez faire believe that people should be free to form monopolies. Untuk menggambarkan ambiguitas: ekonom klasik seperti Adam Smith percaya bahwa perekonomian harus bebas dari sewa monopoli, sementara para pendukung laissez faire percaya bahwa masyarakat harus bebas untuk membentuk monopoli. In this article "free market" is largely identified with laissez faire, though alternative senses are discussed in this section and in criticism . Dalam artikel "pasar bebas" sebagian besar diidentifikasi dengan laissez faire, meskipun indera alternatif akan dibahas dalam bagian ini dan di kritik . The identification of the "free market" with "laissez faire" was notably used in the 1962 Capitalism and Freedom, by economist Milton Friedman , which is credited with popularizing this usage. Identifikasi dari "pasar bebas" dengan "laissez faire" yang terutama digunakan dalam tahun 1962 dan Kebebasan Kapitalisme, oleh ekonom Milton Friedman , yang dikreditkan dengan mempopulerkan penggunaan ini.

Some theorists might argue that a free market is a natural form of social organization, and that a free market will arise in any society where it is not obstructed (ie Ludwig von Mises , Hayek ). Beberapa teori mungkin berpendapat bahwa pasar bebas adalah bentuk alami organisasi sosial, dan bahwa pasar bebas akan timbul dalam masyarakat di mana tidak terhalang (yaitu Ludwig von Mises , Hayek ). The consensus among economic historians is that the free market economy is a specific historic phenomenon, and that it emerged in late medieval and early-modern Europe. Konsensus diantara sejarawan ekonomi adalah bahwa ekonomi pasar bebas adalah fenomena bersejarah yang spesifik, dan bahwa hal itu muncul di Eropa abad pertengahan dan awal-modern akhir. Other economic historians see elements of the free market in the economic systems of Classical Antiquity , and in some non-western societies. sejarawan ekonomi lainnya melihat elemen pasar bebas dalam sistem ekonomi Klasik Antiquity , dan dalam beberapa masyarakat non-barat. By the 19th century the market certainly had organized political support, in the form of laissez-faire liberalism . Pada abad ke-19 pasar tentu telah mengorganisir dukungan politik, dalam bentuk liberalisme laissez-faire . However, it is not clear if the support preceded the emergence of the market or followed it. Namun, tidak jelas apakah mendukung mendahului munculnya pasar atau mengikutinya. Some historians see it as the result of the success of early liberal ideology , combined with the specific interests of the entrepreneur . Beberapa sejarawan melihatnya sebagai hasil dari keberhasilan liberal awal ideologi , dikombinasikan dengan kepentingan tertentu dari pengusaha .

Support for the free market as an ordering principle of society is above all associated with liberalism , especially during the 19th century. (In Europe, the term 'liberalism' retains its connotation as the ideology of the free market, but in American and Canadian usage it came to be associated with government intervention, and acquired a pejorative meaning for supporters of the free market.) Later ideological developments, such as minarchism , libertarianism and Objectivism also support the free market, and insist on its pure form. Dukungan untuk pasar bebas sebagai prinsip pemesanan masyarakat adalah di atas semuanya berhubungan dengan liberalisme , khususnya selama abad ke 19. (Di Eropa 'liberalisme, istilah' mempertahankan konotasi sebagai ideologi pasar bebas, tetapi dalam penggunaan Amerika dan Kanada itu datang untuk dihubungkan dengan intervensi pemerintah, dan memperoleh merendahkan makna bagi para pendukung pasar bebas Kemudian.) perkembangan ideologis, seperti minarchism , libertarianisme dan objektivisme juga mendukung pasar bebas, dan bersikeras bentuknya yang murni. Although the Western world shares a generally similar form of economy, usage in the United States and Canada is to refer to this as capitalism , while in Europe 'free market' is the preferred neutral term. Modern liberalism (American and Canadian usage), and in Europe social democracy , seek only to mitigate the problems of an unrestrained free market, and accept its existence as such. Meskipun dunia Barat yang mirip bentuk saham umumnya ekonomi, penggunaan di Amerika Serikat dan Kanada adalah untuk merujuk pada ini sebagai kapitalisme , sedangkan di 'Eropa bebas' pasar adalah istilah yang netral lebih disukai. modern liberalisme (Amerika dan Kanada penggunaan), dan di Eropa demokrasi sosial , hanya mencari untuk mengurangi masalah pasar bebas tidak terkendali, dan menerima keberadaannya seperti itu.

Classical economics Ekonomi klasik

In the classical economics of such figures as Adam Smith and David Ricardo , "free markets" meant "free of unnecessary charges" Dalam ekonomi klasik dari tokoh-tokoh seperti Adam Smith dan David Ricardo , "pasar bebas" berarti "bebas biaya yang tidak perlu" and a "market free from monopoly power, business fraud, political insider dealing and special privileges for vested interests". dan "pasar bebas dari kekuatan monopoli, penipuan bisnis, berurusan insider politik dan hak-hak istimewa untuk kepentingan vested". A "free market" particularly meant one free of foreign debt ; as discussed in The Wealth of Nations . Sebuah "pasar bebas" terutama berarti satu bebas dari utang luar negeri , seperti dibahas dalam The Wealth of Nations . Alternatively, stated, it was a market freed from Feudalism and serfdom , or more formally, one free of economic rent , in the formulation by David Ricardo of the Law of Rent . Atau, menyatakan, itu adalah pasar dibebaskan dari feodalisme dan perhambaan , atau lebih formal, salah satu bebas dari rente ekonomi , dalam perumusan oleh David Ricardo dari Hukum Rent .

Marxism Marxisme

In Marxist theory, the idea of the free market simply expresses the underlying long-term transition from feudalism to capitalism . Dalam Marxis teori, gagasan pasar bebas hanya mengungkapkan transisi jangka panjang yang mendasari dari feodalisme ke kapitalisme . Note that the views on this issue - emergence or implementation - do not necessarily correspond to pro-market and anti-market positions. Libertarians would dispute that the market was enforced through government policy, since they believe it is a spontaneous order and Marxists agree with them because they as well believe it is evolutionary, although with a different end. Perhatikan bahwa pandangan tentang masalah ini - munculnya atau pelaksanaan - tidak selalu sesuai dengan pro-pasar dan anti-pasar posisi. Libertarians akan membantah bahwa pasar dipaksakan melalui kebijakan pemerintah, karena mereka percaya itu adalah pesanan spontan dan Marxis setuju dengan mereka karena mereka juga percaya itu adalah evolusi, walaupun dengan akhir yang berbeda.

Liberalism Liberalisme

Support for the free market as an ordering principle of society is above all associated with liberalism , especially during the 19th century. (In Europe, the term 'liberalism' retains its connotation as the ideology of the free market, but in American and Canadian usage it came to be associated with government intervention, and acquired a pejorative meaning for supporters of the free market.) Later ideological developments, such as minarchism , libertarianism and Objectivism also support the free market, and insist on its pure form. Dukungan untuk pasar bebas sebagai prinsip pemesanan masyarakat adalah di atas semuanya berhubungan dengan liberalisme , khususnya selama abad ke 19. (Di Eropa 'liberalisme, istilah' mempertahankan konotasi sebagai ideologi pasar bebas, tetapi dalam penggunaan Amerika dan Kanada itu datang untuk dihubungkan dengan intervensi pemerintah, dan memperoleh merendahkan makna bagi para pendukung pasar bebas Kemudian.) perkembangan ideologis, seperti minarchism , libertarianisme dan objektivisme juga mendukung pasar bebas, dan bersikeras bentuknya yang murni. Although the Western world shares a generally similar form of economy, usage in the United States and Canada is to refer to this as capitalism , while in Europe 'free market' is the preferred neutral term. Meskipun dunia Barat yang mirip bentuk saham umumnya ekonomi, penggunaan di Amerika Serikat dan Kanada adalah untuk merujuk pada ini sebagai kapitalisme , sedangkan di 'Eropa bebas' pasar adalah istilah yang netral lebih disukai. The advocates of modern liberalism (American and Canadian usage), and in Europe those of social democracy , seek ostensibly only to mitigate what they see as the problems of an unrestrained free market, and accept the existence of markets as such. Para pendukung liberalisme modern (dan Kanada penggunaan Amerika), dan di Eropa orang-orang dari demokrasi sosial , berusaha seolah-olah hanya untuk meredakan apa yang mereka lihat sebagai masalah pasar bebas tidak terkendali, dan menerima keberadaan pasar seperti itu.

To most libertarians , there is simply no free market yet, given the degree of state intervention in even the most 'capitalist' of countries. Untuk yang paling libertarian , tidak ada cukup pasar bebas belum, mengingat tingkat intervensi negara bahkan yang paling 'kapitalis' dari negara. From their perspective, those who say they favor a "free market" are speaking in a relative, rather than an absolute, sense — meaning (in libertarian terms) they wish that coercion be kept to the minimum that is necessary to maximize economic freedom (such necessary coercion would be taxation, for example) and to maximize market efficiency by lowering trade barriers, making the tax system neutral in its influence on important decisions such as how to raise capital, eg, eliminating the double tax on dividends so that equity financing is not at a disadvantage vis-a-vis debt financing. Dari perspektif mereka, orang-orang yang mengatakan mereka menginginkan suatu "pasar bebas" adalah berbicara dengan relatif, bukan rasa, absolut - yang berarti (dalam hal libertarian), mereka berharap bahwa pemaksaan dijaga minimum yang diperlukan untuk memaksimalkan kebebasan ekonomi ( pemaksaan yang diperlukan seperti akan perpajakan, misalnya) dan untuk memaksimalkan efisiensi pasar dengan menurunkan hambatan perdagangan, membuat sistem pajak netral dalam pengaruhnya terhadap keputusan-keputusan penting seperti bagaimana untuk meningkatkan modal, misalnya, menghilangkan pajak ganda atas dividen sehingga pembiayaan ekuitas bukan pada posisi yang kurang menguntungkan vis-a-vis pembiayaan utang. However, there are some such as anarcho-capitalists who would not even allow for taxation and governments, instead preferring protectors of economic freedom in the form of private contractors. Namun, ada beberapa seperti anarko-kapitalis yang tidak mau bahkan memungkinkan untuk perpajakan dan pemerintah, bukannya lebih memilih pelindung kebebasan ekonomi dalam bentuk kontraktor swasta.

Criticism Kritik

Critics dispute the claim that in practice free markets create perfect competition , or even increase market competition over the long run . Kritik sengketa klaim bahwa dalam praktek pasar bebas menciptakan persaingan sempurna , atau bahkan meningkatkan persaingan pasar selama jangka panjang . Whether the marketplace should be or is free is disputed; many assert that government intervention is necessary to remedy market failure that is held to be an inevitable result of absolute adherence to free market principles. Apakah pasar harus atau bebas adalah sengketa; banyak menegaskan bahwa intervensi pemerintah diperlukan untuk memperbaiki kegagalan pasar yang dianggap hasil yang tak terelakkan dari kepatuhan mutlak untuk prinsip-prinsip pasar bebas. These failures range from military services to roads , and some would argue, to health care. This is the central argument of those who argue for a mixed market, free at the base, but with government oversight to control social problems. Kegagalan ini berkisar dari militer pelayanan kepada jalan , dan beberapa akan berpendapat, untuk perawatan kesehatan. Ini adalah argumen utama dari orang-orang yang berdebat untuk pasar campuran, gratis di dasar, tapi dengan pengawasan pemerintah untuk mengendalikan masalah sosial.

Another criticism is definitional, in that far-ranging governmental actions such as the creation of corporate personhood or more broadly, the governmental actions behind the very creation of artificial legal entities called corporations, are not considered "intervention" within mainstream economic schools. Kritik lainnya adalah definisi, di antara pemerintah-jauh tindakan-tindakan seperti penciptaan kepribadian perusahaan atau lebih luas, tindakan pemerintah di balik penciptaan badan hukum sangat buatan yang disebut perusahaan, tidak dianggap "intervensi" di sekolah-sekolah ekonomi arus utama. This inherent definitional bias allows many to advocate strong governmental actions that promote corporate power, while advocating against government actions limiting it, while putting these dual positions under the umbrella of "pro free markets" or "anti-intervention." Definisi bias melekat memungkinkan banyak orang untuk mendukung tindakan pemerintah yang kuat yang mempromosikan kekuasaan korporasi, sementara advokasi terhadap tindakan pemerintah membatasi itu, sambil meletakkan jabatan rangkap ini di bawah payung "pasar bebas pro" atau "anti-intervensi."

Two prominent Canadian authors (both very hostile to the "Chicago School" philosophy) argue that government at times has to intervene to ensure competition in large and important industries. Naomi Klein illustrates this roughly in her work The Shock Doctrine and John Ralston Saul more humorously illustrates this through various examples in The Collapse of Globalism and the Reinvention of the World . Dua penulis Kanada menonjol (keduanya sangat bermusuhan dengan Chicago "Sekolah filsafat") berpendapat bahwa pemerintah pada waktu yang telah melakukan intervensi untuk memastikan kompetisi di industri besar dan penting. Naomi Klein menggambarkan hal ini kasar dalam pekerjaannya Shock Doktrin dan John Ralston Saul lebih bercanda mengilustrasikan ini melalui berbagai contoh dalam Runtuhnya Globalisme dan Reinvention Dunia. While its supporters argue that only a free market can create healthy competition and therefore more business and reasonable prices, opponents say that a free market in its purest form may result in the opposite. Sementara para pendukungnya berpendapat bahwa hanya sebuah pasar bebas dapat menciptakan persaingan yang sehat dan karena itu bisnis yang lebih dan harga yang terjangkau, lawan mengatakan bahwa pasar bebas dalam bentuk yang paling murni dapat mengakibatkan sebaliknya. According to Klein and Ralston, the merging of companies into giant corporations or the privatization of government-run industry and national assets often result in monopolies (or oligopolies) requiring government intervention to force competition and reasonable prices. Menurut Klein dan Ralston, penggabungan perusahaan menjadi perusahaan raksasa atau privatisasi industri yang dikelola pemerintah dan aset nasional sering menimbulkan monopoli (atau oligopoli) membutuhkan intervensi pemerintah untuk daya saing dan harga yang wajar.

Critics of laissez-faire since Adam Smith variously see the unregulated market as an impractical ideal or as a rhetorical device that puts the concepts of freedom and anti- protectionism at the service of vested wealthy interests, allowing them to attack labor laws and other protections of the working classes . Kritik laissez-faire sejak Adam Smith melihat berbagai pasar yang tidak diatur sebagai ideal tidak praktis atau sebagai alat retorika yang menempatkan konsep kebebasan dan anti- proteksionisme pada pelayanan kepentingan vested kaya, yang memungkinkan mereka untuk menyerang hukum perburuhan dan perlindungan lainnya yang bekerja kelas .

Because no national economy in existence fully manifests the ideal of a free market as theorized by economists, some critics of the concept consider it to be a fantasy - outside of the bounds of reality in a complex system with opposing interests and different distributions of wealth. Karena tidak ada perekonomian nasional dalam keberadaan memanifestasikan sepenuhnya ideal pasar bebas berteori oleh para ekonom, beberapa kritik konsep menganggapnya sebagai fantasi - di luar batas-batas realitas dalam sistem kompleks dengan kepentingan yang berbeda yang berlawanan dan distribusi kekayaan.

These critics range from those who reject markets entirely, in favour of a planned economy or a communal economy, such as that advocated by Marxism , to those who merely wish to see market failures regulated to various degrees or supplemented by certain government interventions. Kritik ini berkisar dari mereka yang menolak pasar sepenuhnya, demi sebuah ekonomi terencana atau ekonomi komunal, seperti yang dianjurkan oleh Marxisme , yaitu mereka yang hanya ingin melihat kegagalan pasar diatur untuk berbagai derajat atau dilengkapi dengan intervensi pemerintah tertentu. For example, Keynesians recognize a role for government in providing corrective measures, such as use of fiscal policy for economy stimulus, when decisions in the private sector lead to suboptimal economic outcomes, such as depression or recession , which manifest in widespread hardship. Business cycle theory is used by Keynes to explain ' liquidity traps ' by which underconsumption occurs, in order to argue for government intervention with central banking. Free market economists consider this credit-expansion as the cause of the business cycle in refutation of this Keynesian criticism. Sebagai contoh, Keynesian mengakui peran pemerintah dalam memberikan tindakan korektif, seperti penggunaan kebijakan fiskal untuk stimulus ekonomi, ketika keputusan dalam memimpin sektor swasta untuk suboptimal hasil ekonomi, seperti depresi atau resesi , yang terwujud dalam kesulitan luas. siklus Bisnis Teori digunakan oleh Keynes untuk menjelaskan ' jebakan likuiditas 'dengan yang terjadi terlalu rendah, dalam rangka untuk berdebat untuk intervensi pemerintah dengan bank sentral mempertimbangkan. pasar bebas ekonom ini ekspansi kredit sebagai penyebab siklus bisnis dalam penolakan ini kritik Keynesian.

Externalities Eksternalitas

One practical objection is the claim that markets do not take into account externalities (effects of transactions that affect third parties), such as the negative effects of pollution or the positive effects of education. Satu keberatan praktis adalah klaim bahwa pasar tidak memperhitungkan eksternalitas (dampak dari transaksi yang mempengaruhi pihak ketiga), misalnya efek negatif dari polusi atau efek positif dari pendidikan. What exactly constitutes an externality may be up for debate, including the extent to which it changes based upon the political climate. Apa sebenarnya merupakan eksternalitas mungkin dapat Facebook untuk debat, termasuk sejauh mana perubahan berdasarkan pada iklim politik.

Some proponents of market economies believe that governments should not diminish market freedom because they disagree on what is a market externality and what are government-created externalities, and disagree over what the appropriate level of intervention is necessary to solve market-created externalities. Beberapa pendukung ekonomi pasar percaya bahwa pemerintah tidak boleh mengurangi kebebasan pasar karena mereka tidak setuju pada apa adalah eksternalitas pasar dan apa yang dibuat pemerintah eksternalitas, dan tidak setuju atas apa tingkat intervensi yang tepat diperlukan untuk mengatasi pasar-eksternalitas dibuat. Others believe that government should intervene to prevent market failure while preserving the general character of a market economy. Lain percaya bahwa pemerintah harus campur tangan untuk mencegah kegagalan pasar sambil mempertahankan karakter umum dari suatu ekonomi pasar. In the model of a social market economy the state intervenes where the market does not meet political demands. John Rawls was a prominent proponent of this idea. Dalam model dari sebuah ekonomi pasar sosial negara campur tangan di mana pasar tidak memenuhi tuntutan politik. John Rawls adalah seorang pendukung utama ide ini.

Differing ideas of the free market Berbeda ide-ide pasar bebas

Some advocates of free market ideologies have criticized mainstream conceptions of the free market, arguing that a truly free market would not resemble the modern-day capitalist economy. Beberapa pendukung ideologi pasar bebas telah mengkritik konsepsi mainstream pasar bebas, dengan alasan bahwa pasar bebas benar-benar tidak akan menyerupai hari ekonomi kapitalis-modern. For example, contemporary mutualist Sebagai contoh, kontemporer mutualist Kevin Carson argues in favor of "free market anti-capitalism." Kevin Carson berpendapat mendukung "bebas-anti kapitalisme pasar." Carson has stated that "From Smith to Ricardo and Mill, classical liberalism was a revolutionary doctrine that attacked the privileges of the great landlords and the mercantile interests. Today, we see vulgar libertarians perverting "free market" rhetoric to defend the contemporary institution that most closely resembles, in terms of power and privilege, the landed oligarchies and mercantilists of the Old Regime: the giant corporation." Carson telah menyatakan bahwa "Dari Smith untuk Ricardo dan Mill, liberalisme klasik adalah doktrin revolusioner yang menyerang hak-hak istimewa dari para tuan tanah besar dan kepentingan pedagang. Hari ini, kita melihat libertarian vulgar menyesatkan" retorika bebas "pasar untuk mempertahankan lembaga kontemporer yang paling mirip, dalam hal kekuasaan dan hak istimewa, yang mendarat oligarki dan merkantilis Rezim Lama: raksasa. korporasi "

Carson believes that a true free market society would be "[a] world in which... land and property [is] widely distributed, capital [is] freely available to laborers through mutual banks, productive technology [is] freely available in every country without patents, and every people [is] free to develop locally without colonial robbery..." Carson percaya bahwa pasar masyarakat yang bebas benar akan "[a] dunia di mana ... tanah dan bangunan [adalah] secara luas, modal [adalah] secara bebas tersedia untuk buruh melalui bank bersama, teknologi produktif [adalah] tersedia secara bebas di setiap negara tanpa hak paten, dan setiap orang [adalah] bebas untuk mengembangkan secara lokal tanpa perampokan kolonial ... "

Simulation of biological laws Simulasi hukum biologis

The Red-billed Oxpecker feed on ticks off the impala 's coat. The Red-billed Oxpecker memakan kutu dari Impala mantel s '. Such biological interaction is not competitive in nature. Seperti interaksi biologis tidak kompetitif di alam.

The free market is believed to self-regulate in the most efficient and just way. Pasar bebas diyakini mengatur diri dalam efisien dan hanya cara yang paling. Adam Smith described this behavior with the metaphor of an invisible hand urging society towards prosperity. Adam Smith menggambarkan perilaku dengan metafora dari invisible hand mendesak masyarakat menuju kemakmuran.

Charles Darwin 's theory of evolution was very appealing to economists, sociologists and political scientists (most notably Walter Bagehot and William Graham Sumner ) who adapted and rationalized the invisible hand by incorporating the popular idea of the survival of the fittest . They proposed - among others - that in a fully competitive economic environment (as they thought was the case of ecosystems ) the most potent individuals would thrive and in turn society would prosper (in analogy to the observed biodiversity and abundance of life on earth). Charles Darwin teori 's evolusi sangat menarik bagi ekonom, sosiolog dan ilmuwan politik (terutama Walter Bagehot dan William Graham Sumner ) yang diadaptasi dan dirasionalisasi tangan tak terlihat dengan memasukkan ide populer dari survival of the fittest -. Mereka yang diusulkan antara lain - bahwa dalam lingkungan yang kompetitif ekonomi sepenuhnya (karena mereka pikir kasus ekosistem ) yang ampuh kebanyakan individu akan berkembang dan pada gilirannya masyarakat akan makmur (dalam analogi dengan mengamati keanekaragaman hayati dan kelimpahan kehidupan di bumi). Such arguments lead to the consolidation of neoliberalism and laissez-faire . argumen tersebut mengarah pada konsolidasi neoliberalisme dan laissez-faire .

Martin J. Whitman Martin J. Whitman

Not all advocates of capitalism consider free markets to be practical. For example, Martin J. Tidak semua pendukung kapitalisme menganggap pasar bebas untuk menjadi praktis. Sebagai contoh, Martin J. Whitman has written, in a discussion of Keynes , Friedman and Hayek , that these "…great economists…missed a lot of details that are part and parcel of every value investor 's daily life." Whitman telah menulis, dalam diskusi tentang Keynes , Friedman dan Hayek , bahwa "besar ekonom ... ... kehilangan banyak rincian yang merupakan bagian dan bingkisan dari setiap investor nilai 'kehidupan sehari-hari. " While calling Hayek "100% right" in his critique of the pure command economy, he writes "However, in no way does it follow, as many Hayek disciples seem to believe, that government is per se bad and unproductive while the private sector is, per se good and productive. In well-run industrial economies, there is a marriage between government and the private sector, each benefiting from the other." Sementara menelepon Hayek "100% benar" dalam kritik tentang ekonomi komando murni, ia menulis "Namun, sama sekali tidak melakukannya ikuti, karena banyak murid Hayek tampaknya percaya, bahwa pemerintah adalah per se buruk dan tidak produktif sedangkan sektor swasta , per se yang baik dan produktif,.-menjalankan industri baik Dalam ekonomi ada perkawinan antara pemerintah dan sektor swasta, masing-masing manfaat dari yang lain. " As illustrations of this, he points at " Japan after World War II , Singapore and the other Asian Tigers , Sweden and China . The notable exception is Hong Kong which found prosperity on an extremely austere free market concept. Sebagai ilustrasi ini, ia menunjukkan pada " Jepang setelah Perang Dunia II , Singapura dan lainnya Macan Asia , Swedia dan Cina . The pengecualian adalah Hong Kong yang menemukan kemakmuran pada konsep pasar bebas yang sangat keras.

He argues, in particular, for the value of government-provided credit and of carefully crafted tax laws. Dia berpendapat, khususnya, untuk nilai kredit yang disediakan pemerintah dan peraturan pajak dibuat dengan hati-hati. Further, Whitman argues (explicitly against Hayek) that "a free market situation is probably also doomed to failure if there exist control persons who are not subject to external disciplines imposed by various forces over and above competition." Selanjutnya, Whitman berpendapat (secara eksplisit terhadap Hayek) bahwa "situasi pasar bebas mungkin juga akan gagal jika terdapat orang kontrol yang tidak tunduk pada disiplin eksternal yang dikenakan oleh berbagai kekuatan dan di atas persaingan." The lack of these disciplines, says Whitman, lead to "1. Very exorbitant levels of executive compensation … 2. Poorly financed businesses with strong prospects for money defaults on credit instruments… 3. Speculative bubbles … 4. Tendency for industry competition to evolve into monopolies and oligopolies … 5. Corruption." Kurangnya disiplin ini, kata Whitman, mengarah pada "1. Sangat selangit tingkat kompensasi eksekutif ... 2. buruk dibiayai bisnis dengan prospek yang kuat untuk default uang di instrumen kredit ... 3 spekulatif. gelembung ... 4. Kecenderungan untuk kompetisi industri untuk berkembang menjadi monopoli dan oligopoli ... 5.. Korupsi. Untuk semua ini ia memberikan contoh terbaru dari ekonomi AS, yang dianggapnya berada di beberapa hal di bawah-diatur, meskipun dalam hal-hal lainnya selama-diatur (dia umumnya menentang Sarbanes-Oxley).
Ia percaya bahwa ternyata "bebas" hubungan yang antara perusahaan dan investor dan kreditur-sebenarnya adalah campuran dari "pertukaran sukarela" dan "paksaan". Sebagai contoh, ada "kegiatan sukarela, di mana setiap individu membuat nya atau keputusan sendiri apakah akan membeli, menjual, atau memegang" tetapi ada juga apa yang ia mendefinisikan sebagai "[c] kegiatan oercive, dimana setiap pemegang efek individual terpaksa pergi bersama-sama ... dengan ketentuan bahwa mayoritas pemegang syarat keamanan lain sehingga memilih ... "contoh-Nya yang disebut terakhir termasuk suara proxy, merger paling dan transaksi akuisisi, menawarkan cash tender tertentu, dan reorganisasi atau likuidasi dalam kebangkrutan. Whitman juga menyatakan bahwa "Perusahaan Amerika tidak akan bekerja sama sekali kecuali banyak kegiatan terus memaksa."
"Saya satu dengan Profesor Friedman itu, hal lain dianggap sama, jauh lebih baik untuk melakukan kegiatan ekonomi melalui pertukaran sukarela mengandalkan pasar bebas daripada melalui paksaan Tapi Amerika Perusahaan tidak akan bekerja sama sekali kecuali banyak kegiatan terus memaksa.

Simak

Baca secara fonetik

.”

Sumber dari : www.wikipedia.com